Home » , » RPP MADRASYAH ALIYAH

RPP MADRASYAH ALIYAH



Add caption
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah                       : Madrasah Aliyah
Mata Pelajaran          : Akidah akhlak
Kelas / Semester        : x/ganjil
Materi Pokok             :  Akhlak dan Induk-induk akhlak terpuji dan akhlak tercela
Alokasi Waktu           : 1X20 menit(1 pertemuan)
SK                               : Memahami masalah Akhlak

A. Kompetensi Inti
1. Memahami Bagaimana pengertian akhlak yang baik dan yang benar
2.Memahami Induk-induk Akhlak Terpuji dan Akhlak tercela
3. Menghargai dan menghayati prilaku jujur disiplin, tanggung jawab,peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan social,dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya didalam Masyarakat.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
Indikator
1.      Menjelaskan Masalah akhlak dan Induk-induk akhlak terpuji dan  akhlak tercela.
·          menjelaskan pengertian Akhlak

·          menjelaskan Induk-induk Akhlak terpuji dan akhlak tercela.




C. Tujuan Pembelajaran
1.      Peserta didik mampu menjelaskan pengertian Akhlak dengan benar.
2.      Peserta didik mampu menjelaskan Induk-induk Akhlak terpuji dan akhlak tercela dengan benar.
(Nilai karakter yang dimunculkan adalah siswa berani bertanya dan mengemukakan pendapat, fasih membaca Al-Qur’an, mengamalkan ajaran Islam, berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadist, mengenai akhlak).

D. Materi Pembelajaran
Memahami masalah Akhlak
A.      Pengertian Akhlak
Perkataan Akhlak berasal dari perkataan (al-ahlaaku) ialah kata jama dari pada perkataan perkataan (al-khuluqu) berarti: tabiat, kelakuan , perangai, tingkah laku , matuah, adat kebiasaan, malah ia jubga berarti agama itu sendiri.
Definisi Akhlak menurut istilah ialah: sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian, dan paksaan.
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَة
“Sungguh telah ada bagi kalian suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok yang paling mulia akhlaknya.” (HR. Al-Bukhari no. 6203 dan Muslim no. 2150)
Nabi Solallohu alaihi wasallam bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia.” (H.R. Ahmad).
 “Orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Ahmad).
Pengertian Akhlak dalam Kamus besar Bahasa Indonesia, akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Dalam bahasa Arab kata Akhlak (akhlaq) diartikan sebagai tabiat, perangai, kebiasaan, bahkan agama . Meskipun katan akhlak berasal dari Bahasa Arab, tetapi kata akhlak tidak terdapat di dalam al-Qur’an. Kebanyakan kata akhlak dijumpai dalam hadits. Satu-satunya kata yang ditemukan dalam al-Qur’an adalah bentuk tunggal, yaitu khuluq, tercantum dalam surat al-Qalam ayat 4. yaitu:
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) betul-betul di atas akhlak yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Dalam Tiga pakar dibidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih Al Ghazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallohu alaihi wasallam: “Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (H.R. Tirmidzi, dari Abu Hurairah radhiallohu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Dishahihkan oleh Al Bani dalam Ash Shahihah No. 284 da 751.)           
B.       Induk – induk Akhlak Terpuji dan Induk – induk Akhlak Tercela.
A.    Tasamuh
Tasamuh artinya “lapang dada”. Maksudnya adalah menerima sesuatu yang tidak menyenangkan dengan keyakinan, bahwa dibalik sesuatu itu ada hikmah yang mendatangkan kebaikan.
Orang yang memiliki sifat tasamuh manakala mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain senantiasa dapat menerima dengan lapang dada. Ia tidak marah walaupun dirinya dihina atau dicaci. Sebaliknya tidak sedikit orang yang meluapkan kemarahannya hanya Karena tersinggung dengan ucapan orang lain. Orang seperti itu menganggap bahwa dirinya telah dihinakan dan penghinaan itu tidak dapat diatasinya, kecuali dengan melampiaskan kemarahan.
Perhatian nasihat rasulullah dengan sabdanya:
إن فيك خصلتين يحبهما لله : الحلم والأ ناة.
Artinya:
“sesungguhnya engkau mempunyai dua tabiat dan kekuasaan yamg disukai oleh Allah, yaitu sabar dan ketenangaan”.
Tasamuh atau lapang dada ternasuk akhlak terpuji. Orang yang tidak ada bandingannya dalam hal tasamuh adalah Rasulullah. Dalam menyiarkan agama islam, Rasulullah banyak mengalami cobaan dan rintangan, namun semua itu beliau hadapi dengan lapang dada. Misalnya, ketika Rasulullah dating ke Thaif hendak mengajak penduduk Thaif untuk memeluk agama islam, beliau disambut dengan cacian dan makian. Mereka meneriaki beliau dengan kata-kata yang menghinakan dan menyakitkan. Mereka melempari dengan batu, sampai kedua kaki beliau mengucurkan darah. Sikap kasar penduduk Thaif itu beliau terima dengan penuh kesabaran dan lapang dada, bahkan beliau berdo’a untuk mereka yang Artinya:“Ya Allah,berilah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak mengerti.”
Dalam kehidupan sehari-hari kejadian yang kita alami, adakalanya menyenangkan, adakalanya menyusahkan. Seringkali kita merencanakan sesuatu, tetapi ada saja ada hambatan yang menyebabkan kita tidak dapat melaksanakan rencana kita itu. Dalam keadaan demikian kita tidak perlu kecewa, tetapi hendaknya kita berlapang dada, karena dibalik hambatan itu tentu Allah sudah merencanakan sesuatu yang lain demi kebaikan kita. Misalnya, kita sudah merencanakan hendak pergi rekreasi, tetapi tiba-tiba kendaraan yang kita gunakan rusak, sehingga kita tidak jadi untuk pergi rekreasi. Ketika kita mengalami hal seperti itu kita harus mengambil hikmahnya. Misalnya, mungkin saja kalau kita pergi juga saat itu, kita akan mengalami kecelakaan.
Di rumah, kampus ataupun di masyarakat mungkin saja terjadi, apabila ada yang menyinggung perasaan kita, semua itu sebaiknya kita hadapi dengan lapang dada. dengan tasammuh atau lapang dada, insyaalah pergaulan kita, di dalam keluarga, di kampus, dan di masyarakat akan senantiasa terpelihara dengan baik.
B.     Ta’awun
Ta’awun artinya tolong menolong dalam ajaran islam. Dalam ajaran islamn sikap  sifat Ta’awun ini sangat diperhatikan. Ta’awun atau tolong menolong termasuk akhlaq terpuji. Sifat dan sikap ta’awun ini telah dimulai pada awal perkembangan agama islam. dalam sejarah banyak sekali perilaku nabi dan para sahabat, serta kaum muslimin yang berkaitan dengan sikap ta’awun. Kita ketahui, betapa Siti Khadijah dengan harta dan dorongan semangatnya telah menolong perjuangan Rasulullah dalam menyiarkan ajaran islam.
Ketika nabi beserta kaum muslimin hijrah ke madinah, terjalin suasana yang penuh keakraban dan saling menolong antar kaum anshar (penduduk madinah) dengan kaum muhajirin (kaum Muslim yang dating dari makkah).
Firman Allah:
و تعا ونوا على البر و التقوى ولا تعاونوا على الإثم و العدوان.
                Artinya:
“ dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kabajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Sebagai makhluk sosial, dalam kehidupannya sehari-hari, manusia saling membutuhkan antara sesamanya. Orang yang miskan membutuhkan pertolongan dari orang yang kaya, berupa makanan, uang, materi yang lainnya. Orang yang kaya pun membutuhkan pertolongan dari orang yang miskin berupa jasa, tenaga dan sebagainya.
Menolong orang bukan hanya dengan harta atau materi, tetapi bisa juga dengan tenaga, dengan ilmu, nasihat, dan sebagainya. Biasakanlah untuk bersikap ta’awun, atau saling menolong dari hal-hal yang kecil. Misalnya, meminjamkan pensil atau penghapun kepada yang memerlukan. Menunjukkan alamat kepada orang yang menanyakan alamat kepadamu dan lain sebagainya.
Jika kita sudah terbiasa menerapkan sikap ta’awun ini dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan senantiasa peduli terhadap kesulitan orang lain dan berusaha sedapat mungkin untuk menolongnya. Jika kita suka menolong orang maka kita pun akan ditolong orang. Mungkin orang yang menolong itu adalah orang yang pernah kita tolong, atau mungkin juga orang yang menolong kita adalah orang yang tidak pernah kita tolong atau tidak pernah kita kenal. Sebaliknya jika kita tidak pernah menolong orang, maka kit pun tidak pernah ditolong orang.

C.      Ujub
Ujub menurut bahasa adalah keheranan. Sedangkan menurut istilah adalah sikap/ prilaku bermegah diri/berbangga diri. Orang yang yang berprilaku ujub beranggapan bahwa segala kesuksesan yang di raih, seperti harta yang berlimpah, kepandaian yang tidak tertandingi, dan pangkat yang tinggi semata-mata karena hasil usaha serta kehebatan dirinya. Semua itu ia pikir, ia raih tanpa bantuan dari siapapun termasuk Allah. Orang yang bersikap / berprilaku ujub biasanya selalu merasa dirinya besar, selalu benar, tidak pernah salah atau keliru, karenanya tidak bisa menerima kritik orang lain.
D.    Takabbur
Takabbur adalah sikap perilaku membesarkan diri dan tidak menerima kebenaran serta memandang kecil atau rendah terhadap orang lain. Dalam bahasa Indonesia perkataan takabur sama dengan sombong. Sikap/perilaku takabur termasuk akhlak tercela dan wajib dijauhi oleh setiap muslim muslimah. Sebagaimana Allah berfirman:
Artinya:“Tidak diragukan lagi, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang takabbur (sombong). (QS. An-Nahl:23)
Sifat sombong dibagi menjadi kesombongan batin dan kesombongan zhahir.Kesombongan batin adalah kesombongan yang terdapat dalam jiwa (hati), sedangkan kesombongan zahir adalah kesombongan yang dilakukan anggota zahir, karena tingkah laku seseorang merupakan akibat dari apa yang terjadi di hatinya. Kesombongan batin akan memaksa anggota tubuh untuk melakukan hal-hal yang bersifat sombong, maka apabila hanya menyimpan di dalam hati tanpa ada tindakan disebut dengan kibr (sifat sombong).
Contoh-contoh perbuatan takabur::mau bergaul dengan orang sederajat, misalkan sama kayanya, pandainya dan kedudukannya, menganggap bahwa perbuatannya itu selalu benar,tidak memperdulikan orang lain,mudah emosi jika pendpatnya tidak diikuti orang lain
Dampak dari perbutan takabur /Orang yang memiliki sifat sombong tidak menyadari bahaya yang dapat di timbulkan dari sifat ini. Rasulullah bersabda :
“Tidak akan masuk surga (memperoleh kebahagiaan) orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar semut”. (HR. Muslim) Sifat sombong terdapat persoalan, pertama adalah menghilangkan akar penyakit ini. Tetapi pengobatannya adalah dengan ilmu dan amal. Karena penyakit ini tidak mungkin dapat disembuhkan kecuali dengan kedua hal itu. Pengobatan melalui ilmu adalah dengan mengetahui siapa dirinya dan siapa Penciptanya. Sedangkan pengobatan melalui amal adalah dengan membiasakan merendah diri (tawadhu’) terhadap orang lain dan mengikuti akhlak-akhlak orang yang memiliki sifat tawadhu’.
Cara menghindari  sikap takabur yaitu : Selalu melihat yang bawah dalam hal dunia,tidak mudah meremehkan orang lain,berkeyakinan bahwa di atas kita ada yang lebih kuasa,berusaha menjadi orang yang lebih bersyukur
E.     Malas belajar dan malas bekerja
Malas belajar/bekerja adalah sikap tercela. Karena mempeajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan mencari rizki yang halal hukumnya adalah wajib. Sifat malas adalah sifat nafsu yang tidak dapat melihat kemaslahatan kedepan dan keinginannya adalah keenakan sesaat tanpa melihat akibatnya, sehingga walaupun orang itu baik,sukses, tetapi banyak yang gagal karena kemalasan. Oleh karena itu malas belajar dan malas bekerja merupakan prilaku tercela yang mendatangkan kerugian.

E. Metode Pembelajaran
 Guided Teaching ( Pengajaran Terbimbing )
F. Media, Alat, dan Sumber pembelajaran
1.      Media:  LCD, projektor, Karton, picture”
2.      Alat/ Bahan: buku panduan Akidah akhlak, lembar portopolio
3.      Sumber belajar:
·         Internet
·         Buku paket akidah akhlak kelas X
·         Buku buku yang relevan dengan materi yang diajarkan
·         LKS Akidak akhlak
·         LCD, Power Point
·         Al-Qur’an dan terjemahannya

G. Langkah-langkah kegiatan pemabelajaran
1.      Pertemuan
a.      Pendahuluan/ kegiatan awal
Mengucap salam
Membuka pelajaran dengan berdo`a/membaca basmallah
Mengabsen kehadiran siswa

Apersepsi:
·         Mengkaitkan materi yang lalu dengan materi yang akan di pelajari
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran tentang Akhlak dan induk-induk akhlak terpujidan tercela.
Motivasi:

-Guru memotivasi siswa mengenai pentingnya mempelajari ketentuan haji dan umrah.
(Nilai karakter yang dimunculkan dalam kegiatan awal (Apersepsi, Preparasi dan Motivasi) adalah empati/peduli, taqwa kepada Allah SWT. dengan selalu mengingat-Nya dalam setiap akan memulai aktifitas, mengembangkan ingatan/pengetahuan siswa, merangsang rasa ingin tahu, berani bertanya dan menjawab pertanyaan, dan disiplin).
b.      Kegiatan inti
1). Eksplorasi
  • Siswa mendengarkan dan memperhatikan video/power point tentang Akhlak dan induk-induk akhlak terpuji dan akhlak tercela
  • Guru membimbing pelatihan melalui tayangan video/power point tersebut, siswa mencatat hal-hal yang penting
  • Setelah selesai penayangan video/power point, siswa dalam kelompoknya berdiskusi dan membuat resume tentang Akhlak dan induk akhlak terpuji dan akhlak tercela

           (Nilai karakter yang diharapkan adalah siswa pandai mengintisari buku bacaan, berani mengemukakan pendapat, kerjasama dalam belajar, dan saling berbagi pengetahuan)
2). Elaborasi

  • Guru mengecek pemahaman siswa secara berkelompok memaparkan resume kelompoknya masing-masing,
  • kelompok lain dapat menanggapi dan bertanya.
  • Setelah itu guru memberi kesempatan untuk latihan lanjutan

(Nilai karakter yang ditanamkan adalah siswa pandai menanggapi dan menafsirkan suatu fenomena, bekerja sama dalam belajar, berani bertanya dan mengemukakan pendapat, menghargai pendapat orang lain, menghindari arus globalisasi yang berdampak negatif, memperkuat akidah Islam, memperbaiki akhlak, mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan Hadis, tentang akhlak terpuji dan akhlak tercela).
3) Konfirmasi
  • Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
  • Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan tentang Akhlak dan induk-induk akhlak terpuji dan akhlak tercela
(Nilai karakter yang ditanamkan adalah memperkuat ingatan siswa, rajin membaca, dan banyak bertanya).
c.          Penutup
·         Guru bersama siswa melakukan refleksi dan kesimpulan tentang materi pembelajaran
·   Guru menginformasikan materi yang akan di sampaikan minggu depan yaitu mengenai akibat melakukan perbuatan terpuji dan tercela.
·         (Nilai karakter yang ditanamkan adalah rajin, taqwa, dan disiplin).





H. PENILAIAN
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen / Soal
Bobot nilai
¨     1.  Menjelaskan pengertian Akhlak

2.    Menjelaskan induk-induk  akhlak terpuji

3.    Menjelaskan induk-induk akhlak tercela

4.    Menjelaskan akibat berbuat akhlak terpuji

5.    Menjelaskan akibat berbuat akhlak teercela
Tes tertulis
Tes Essay
¨       -Jelaskan apa yang dimaksud dengan akhlak!
¨      
Sebutkan induk-induk akhlak terpuji!


¨       -Jelaskan induk-induk akhlak tercela!


¨      - Jelaskan akibat berbuat akhlak terpuji!



¨       -Jelaskan akibat berbuat akhlak tercela!

¨      
 20


15


15

20


20


Total skor
 90

KUNCI JAWABAN:
1.Menjelaskan pengertian Akhlak? Perkataan Akhlak berasal dari perkataan (al-ahlaaku) ialah kata jama dari pada perkataan perkataan (al-khuluqu) berarti: tabiat, kelakuan , perangai, tingkah laku , matuah, adat kebiasaan, malah ia jubga berarti agama itu sendiri.
Definisi Akhlak menurut istilah ialah: sifat yang tertanam di dalam diri yang dapat mengeluarkan sesuatu perbuatan dengan senang dan mudah tanpa pemikiran.
  2. Menjelaskan induk-induk  akhlak terpuji?
     a.  Tasamuh
Tasamuh artinya “lapang dada”. Maksudnya adalah menerima sesuatu yang tidak menyenangkan dengan keyakinan, bahwa dibalik sesuatu itu ada hikmah yang mendatangkan kebaikan.
b.Ta’awun
Ta’awun artinya tolong menolong dalam ajaran islam.

3.Menjelaskan induk-induk akhlak tercela?
a.Ujub
Ujub menurut bahasa adalah keheranan. Sedangkan menurut istilah adalah sikap/ prilaku bermegah diri/berbangga diri
b.Takabur
Takabbur adalah sikap perilaku membesarkan diri dan tidak menerima kebenaran serta memandang kecil atau rendah terhadap orang lain.
c.Malas Belajar dan Malas Bekerja
4.Akibat berbuat akhlak terpuji
1.Banyak teman
2. Di sukai banyak orang
3.Hidupnya tentram.
5.Akibat Berbuat Akhlak Tercela?
1.Banyak musuh,di benci sama orang banyak dan teman
2.hidupnya penuh kegelisahan

LEMBAR TUGAS

-          Carilah dalil naqli baik dari ayat-ayat al-Quran maupun hadits terkait dengan akhlak dan induk akhlak terpuji dan akhlak tercela lalu tuliskan dalam buku kerja kalian!
-          Cobalah kalian lakukan identifikasi tentang hikmah dari berbuat akhkhlak terpuji dan akibat berbuat akhlak tercela terkait dengan perilaku kita sehari-hari!
 










Mengetahui                                                                                 Kotabumi, 20 Februari 2013
Kepala Madrasah Aliyah                                                                 Guru Mata Pelajaran



Drs. AGUNG UTOMO, MM                                                          ADI SUSANTO, S.Pd.i
………………………….                                                                   ………………………..
NIP.                                                                                                    NIP.

0 komentar:

Posting Komentar