Pendidikan islam yang bertugas
menggali,menganalisis, dan mengembangkan serta mengamalkan ajaran islam yang
bersumberkan Al quran dan hadis . sumber ajaran islam itu benar benar lentur
dan kenyal serta responsive tanggap terhadap tuntunan hidup manusia yang makin
maju dan modern, maju dalam segala bidang.
Dorongan dan rangsangan ajaran
alquran terhadap pengembangan untuk penenapan iman dan taqwa diperkokoh melalui
ilmu pengetahuan manusia. Maka dari itu al quran menegaskan 300 kali perintah
untuk memfungsikan rasio manusia, dan 780 kali mengukuhkan pentingnya ilmu
pengetahuan serta pemantapan keimanan yang dilakukan dengan perintah tidak
kurang dari 810 kali ayat ayatnya.
Ayat ayat yang mendorong dan
merasang akal pikiran untuk berilmu pengetahuan dan teknologi itu seperti
tersebut dalam surah AR Rahman ayat
1>33 tentang kelautan dan ruang angkasa luar; Surah al an ..aam ayat 79
tentang eksplorasi benda benda ruang
angkasa dengan akal pikiran oleh nabi Ibrahim untuk menentukan Tuhan
yang hak, serta pengolahan dan pemanfaatn besi tembaga sebgai bahan tekhnologi.
a.Model Pendidikan Islam dengan pendekatan Spiritual
Dalam pandangan agama manusia diberi dua pilihan yaitu jalan sesat
yang mejerumuskan ke jurang nista dan jalan kebenaran yang menuntun manusia
menuju keridhaan Alloh. Sehingga merasakan bahagia dunia-akhirat.
Proses
pendidikan harus mengarahkan peserta didik menjadi manusia yang dedikatif dan
berserah diri kepada Alloh. Materi pendidikan harus mengarahkannya dari
asal-usul manusia sehingga dia akan mengerti arti hidup.
Kurikulum
materi pendidikan harus mengandung nilai-nilai Islami.
Strategi
operasional pendidikan adalah meletakkan anak didik dalam posisi pendidikan
seumur hidup.
B.
PANDANGAN PARA AHLI TENTANG MODEL MODEL PENDIDIKAN ISLAM DAN
ORIENTASINYA
Pandangan dari salah satu dokter
bedah bekebangsaan Prancis,Dr. Maurice Bucaille ,yang telah melakukan study
perbandingan mengenai beibel dan al quran serta sains modern sungguh
mengejutkan umat islam. Pendapat berdasarkann
standar ilmiah modern melalui analisis
komperatif dan akademik terhadap kebenaran al quran sebagai wahyu murni
menunjukkan bahwa al quran sesudah kitab suci sebelumnya.
Dengan demikian pendidikan islam
dapat kita kembangkan menjadi suatu agent
of technologically and culturally motivating resources dalam bebagai model
yang mampu mendobrak pola pikir tradisonal , kita perlu bersikap dan
berkeyakinan bahwa agama dan iptek dapat berperan konstruktif besama sama yang
saling mempengaruhi justru karna nilai nilai agama kita kondusip terhadap iptek
dan sebaliknya nilai nilai ajaran agama kita kondusif terhadap iptek dan
sebaliknya nilai nilai iptek akan memperkuat agama kita.
Disinilah tampak peranan minimal
agama dalam pengembangan iptek yaitu memberikan makna kemanusiawian yang
menuntut kebersamaan tanggung jawab dalam mengelola planet bumi agar lestari
dan tahan lama. Peranan maksimalnya medasari dan memotifasi perkembangan iptk
dan iman ,islam ,dan ihsan sehingga sehingga ia mengabaikan kepada kepentingan
hidup manusia bukan sebaliknya, manusia mengabdi kepada iptek.
Orientasi dasar pendidikan
islam yang telah diletakkan oleh
Rosullah pada pada awal risalahnya ialah
menumbuhkembangkan system kehidupan social yang penuh kebajikan dan kemakmuran,
meratakan kehidupan ekonomi yang berkeadilan social berpolakan dunia dan
akherat yang bertumpu pada nilai nilai moral yang tinggi dan berorientasi
kepada kebutuhan pendidikan yang mengembangkan daya kreatifitas dan pola pkir
intelektual bagi terbinanya teknologi sosal yang berkeadilan dan berkemakmuran.
Ketiga dimensi orientasi dasar
tersebut menjadi modal pokok untuk mendinamisasikan umat manusia pada kurun
waktu permulaan sejarah pendidikan islam sejak jaman Nabi dan khlafaurosydin.
Pendidikan pada waktu itu mampu menjadikan kaum muslimin sebagai pelaku positif
terhadap pembangunan diri pribadi. Pendidikan islam sejak semula berkembangnya
senan tiasa meletakkan pandangan filosofisnya yaitu manusia didik, sebagai
makhluk tuhan yang memiliki potensi dasar fitrah dimana religiulitas menjadi
intinya.
Sendi sendi yang mendasari kehidupan
psikologis manusia yaitu iman tauhid , Ibnu sina (985m), AL ghozali (1058
M),dan Ibnu khaldun (1332m) telah meletakkan konsep pendidikan islam yang
berorientasi pada kebutuhan perkembangan
anak didik. Orientasi Al ghozali
bersifat empiris seperti keharusan seorang
pendidik memperbaiki sikap dan prilaku pendidik pada waktu bertugas
mengajar, Ia memandang kemampuan rasional manusia lebih penting dari kemampuan
kejiwaan lainnya.
Ibnu Khaldun berpendapat sama dengan
Al Ghozali menurutnya akal pikiran mrupakan kekuatan menciptakan kehidupan dan
kerja sama dengan anggota masyarakat serta untuk menerima wahyu tuhan melalui
Rosul nya. Sedangkan Ibnu Sina berpandangan bahwa pendidikan lebih menekankan
pembinaan akhlak .
Muhammad Abduh salah seorang
cendikiawan , ulama maharu universitas al azhar ia memandang bahwa peranan
sistem pendidikan besar sekali bagi proses modernisasi kehidupan umat islam.
Pendidikan agama di intregasikan kedalam ilmu pendidikan agama, pendidikan
dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mengadakan pembaharuan.
DR. Fadhil Al djamly menjabarkan
tuntunan kehidupan masyrakat terhadap pengembangan kurikulum pendidikan islam
yaitu suatu jenis ilmu pengetahuan yang di kehendaki oleh AL quran dan
diajarkan kepada anak didik. ilmu pengetahuan itu mencakup ilmu agama, sejarah,
ilmu falak, ilmu bumi , ilmu hitung, ilmu hukum,jiwa, kedokteran, pertanian,
biologi, sosiologi, ekonomi,imu balaghoh, adab dll.
Sejalan dengan pandangan diatas umat
islam harus mengubah sifat pandangannya yang lama yaitu pandangan terhadap
lembaga pendidikan islam yang hanya sebagai gudang ilmu, bank transfer,menjadi
pengolahan ilmu yang yang alamiah dan ilmiah yang mengacu pada tuntunan
masyarakat. Oleh karna itu berbagai model pendidikan islam yang terbukti tidak
memuaskan tuntunan umat terlihat pada:
1. Model pendidikan ialam yang
berorientasi kepada pola pikir bahwa nilai nilai yang yang konservatif harus
dilestarikan dalam sosok pribadi muslim.
2. Jika pendidikan islam berorientasi
kpd pola pikir bahwa nilai nilai islami yang mengandng potensi mengubah nasib
masa lampau ke masa kini yang di jadi kan kurikulum pendidikan, maka model
pendidikan islam bercorak perenialistik, dimana nilai nilai yang terbukti tahan
lama saja yang di internalisasi kan
kedalm pribadi anak didik,sedan nilai nilai yang potensial bagi semangat
pembaharuan ditinggalkan.
3. Bila penddikan islam hanya lebih
berorientasi pada prsonalisasi kebutuhan pendidikan dalam segala aspeknya, maka
ia bercorak idividualistik
4. Jika pendidikan islam berorientasi
pada masa depan sosio dimana technology menjadi pelaku perubahan maka
pendidikan islam ini bercorak teknologis.
5. Jika pendidikan islam berorientsi
pada perkembangan masyrakat brdasarkan proses dialogis yaitu membahagiakan dan
mensejahterakan, maka reaksi dalam perkembangan mnusia mnjadi gersang dari
nilai nilai ilahi.
C.
MODEL PENDIDIKAN ISLAM YANG BERORIENTASI PADA PANDANGAN
FALSAFAH
Dengan memperhatikan potensi psikologis
anugrah allah model pendidikan islam berorientasi pada pandangan falsafah
sebagi berikut:
1. Filosofis: memandang manusia didik
adalah hamba tuhan yang diberi kemampuan fitrah cenderung kepada pennyerahan
diri secara total kepada sang pencipta.
2. Etimologis : potensi ilmu
pengetahuan yang berpijak pada iman dan berilmu pengetahuan untuk menegakkan
iman.
3. Pedagogis :manusia adalah makhluk
belajar sejak dari ayunan sampai liang lahat yang perkembangannya didasari
nilai nilai islami.
Secara kurikuler model-model
tersebut di diatas, desain menjadi beberapa macam diantaranya adalah:
1. Content: lebih difokuskan kepada
masalah sosio cultural masa kini untuk diproyeksasikan ke masa depan.dengan
kemampuan anak didik untuk mengungkap kan tujuan dengan nilai nilai yang sesuai
tuntunan tuhan.
2. Pendidik: bertanggung jawab terhadap
penciptaan situasi komunitas yang terpercaya.
3. Anak didik: dalam proses belajar
mengajar bersama sama menghayati persepsi terhadap realitas kehidupan dan
memperhatikan persepsi orang lain.





0 komentar:
Posting Komentar